Ben-to [Anime]

Yo Sato adalah seorang anak SMA yang suka game SEGA. Suatu hari, ia memasuki sebuah toko kelontong untuk membeli beberapa makanan untuk makan malam. Ketika ia mencoba untuk mengambil sebuah kotak bento, ia kehilangan kesadaran. Dia datang sekitar untuk menemukan semua bento terjual habis. Dia pemberitahuan ada permainan perang terjadi di toko kelontong dan pemain yang disebut “Serigala” bersaing untuk bento setengah harga.Yarizui Sen, pemimpin Half-pricer Klub, pasukan Yo bergabung dengan klub dan ia memasuki perang bento..

Densha Otoko [TV SERiES]

A true love story turned to bestselling novel, created from the Internet BBS, 2channel to blockbuster hit movie. Ito Misaki plays Aoyama Saori, working as an office lady at a MNC, gets into trouble with a drunkard on a train. She's saved by Yamada Tsuyoshi, played by Itoh Atsushi. As a form of appreciation, she sends him Hermes teacups. Having no experience with the opposite sex, Tsuyoshi decides to ask for help on the Aladdin Channel BBS on how to interact with Saori

Crows Zero 2 [Movies]

Several months after "Crows: Episode 0" trouble brews again when thugs known as "The Army of Killers" from rival high school Hosen Academy threaten Suzuran High aka the School of Crows. The ruthless Hosen gang go after Suzuran alumni Sho Kawanishi (Shinnosuke Abe) after his released from reformatory for killing a Hosen member two years back. Kawanishi turns to his younger Suzuran gang members for protection. The Housen gang then seeks out right revenge on the entire Suzuran school, while in-fighting at Suzuran High makes them even more susceptible to the Housen threat.

Summer Wars [OVA]

Bagi Kawan-kawan penggemar anime se-Indonesia raya, ini merupakan Anime yang tidak boleh terlewatkan, khususnya bagi para pecinta Game Online dan Situs jejaring Sosial karena dalam Film ini akan bercerita Seputar dunia "OZ" tempat semua orang di dunia berkomunikasi,..

The world god only knows

Keima Katsuragi adalah pengemar game visual novel yang dikenal di sekolahnya sebagai “Otamega” (istilah menghina menggabungkan kata-kata Otaku dan Megane). Suatu hari ia menerima kontrak di e-mail. Dia menerima pemikiran itu yang merupakan tantangan dan iblis dari neraka bernama Elsee muncul. Dia meminta bantuan dalam menangkap jiwa yang lepas yang bersembunyi didalam wanita yang nyata. Dia menolak, dia hanya menyukai gadis-gadis dari game. Lalu Elsee mengatakan kepadanya bahwa jika ia menolak maka kedua kepala mereka akan dipotong.

Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

{MOVIE} Crows Zero 2




* Movie: Crows Zero 2 / Crows Zero II

* Romaji: Kurozu zero II
* Japanese: クロ-ズ ZERO 2
* Director: Takashi Miike
* Writer: Hiroshi Takahashi (comic)
* Producer:
* Cinematography:
* Release Date: April 11, 2009
* Runtime:
* Movie Studio: Toho
* Distributor: Toho
* Language: Japanese
* Country: Japan 

sinopsis
Several months after "Crows: Episode 0" trouble brews again when thugs known as "The Army of Killers" from rival high school Hosen Academy threaten Suzuran High aka the School of Crows.

The ruthless Hosen gang go after Suzuran alumni Sho Kawanishi (Shinnosuke Abe) after his released from reformatory for killing a Hosen member two years back. Kawanishi turns to his younger Suzuran gang members for protection. The Housen gang then seeks out right revenge on the entire Suzuran school, while in-fighting at Suzuran High makes them even more susceptible to the Housen threat.


LINK:
CD 1
CD 2




{MOVIE} Densha Otoko


Kategori:Film
Jenisdrama

Densha Otoko / Train Man versi movie masih berpatokan pada kisah aslinya. Usaha seorang otaku yang lugu, belum pernah pacaran, tidak tahu bersosialisasi, dan hanya sibuk dengan hobinya, tiba-tiba harus berhadapan dengan takdir yang mempertemukannya dengan seorang wanita diatas kereta api.

Versi movie ini benar-benar berhasil mengeksplorasi karakter otaku seperti apa adanya yang terlihat di kenyataan. Akting Takayuki Yamada benar-benar meyakinkan untuk menjadi seorang otaku tulen. Transformasi sifat dan kekuatan karakterisasinya tampak natural. Sehingga, siapapun yang mengaku sebagai otaku masih bisa menerima kemampuan aktingnya, meskipun harus diakui, wajah seganteng Yamada cukup sulit untuk dianggap sebagai otaku bagi kebanyakan orang.

Miki Nakatani pun mampu berperan sebagai Hermes dengan baik. Hadir dengan tipikal wanita idaman bagi pria apapun. Hanya sayangnya, bagi sebagian orang, kecantikan Miki dianggap kurang pas untuk seorang karakter Hermes. Karakter Hermes hadir kurang begitu layak dianggap "putri" untuk si Densha Otoko, entah kenapa wajah Miki Nakatani tidak begitu pas (apalagi bila dibandingkan dengan wajah Hermes versi TV seri oleh Misaki Ito yang tampil layaknya seorang tuan puteri).

Terlepas dari pemilihan aktor atau aktris, film ini hadir secara luar biasa. Mengeksplorasi dunia otaku yang rumit dan membingungkan bagi setiap orang adalah hal yang tersulit dilakukan dalam film ini. Belum lagi, film ini memiliki kekuatan untuk merubah opini banyak orang terhadap dunia otaku. Film ini berhasil mencapai sasaran penonton yang sebenarnya.

Film ini begitu mengharukan dan terlihat sangat sederhana. Namun film ini hadir sangat serius dan miskin humor. Dari awal sampai akhir cerita, film ini terkesan suram dan gelap, mungkin agar kesan dramanya bisa ditampilkan dengan kuat (sebuah pendekatan yang standar dalam setiap film-film drama). Apabila dikaji lebih jauh, kisah Densha Otoko ini hanya akan terasa hambar apabila film ini gagal mencapai tujuan utamanya (yaitu para otaku sendiri). Memang film ini masih terperangkap pola "From Zero to Hero" atau "Fairy Tale", namun karena diangkat dari kisah nyata (namun sampai saat ini masih tidak ada kejelasan apakah adegan di versi movie, maupun versi TV seri dan manga semuanya adalah otentik), menjadi nilai tambah film ini.

Menonton Densha Otoko harus hati-hati dan cermat, karena fokus cerita film ini terletak pada pesan moralnya yang kuat (sesuai standar orang Jepang pada umumnya) yaitu pantang menyerah. Bahwa mencintai seseorang itu tidak segampang yang dikira, bahwa tidak ada yang bisa hidup sendiri di dunia ini.

Densha Otoko boleh menjadi sebuah "tren", tapi dunia otaku sendiri bukanlah "tren" dan sampai sekarang tetap ada. Pesan moral yang begitu kuat, kemampuan merubah opini penonton, maupun pengembangan karakter orang Jepang, dapat tampil apa adanya.

Link Download: